HASIL REVISI TERJEMAHAN PANCA KRAMANING SEMBAH. 1. Sembah puyung (tanpa sarana) : Om ātmà tattvātmā suddha mām svāha (Tuhan, Atma atmanya kenyataan ini 1. Sembah Puyung (Tanpa Sarana) Cakupkan tangan kosong dengan pikiran terpusat dan ucapkan mantra : Artinya : Ya Tuhan, atma atau jiwa kebenaran, bersihkanlah hamba. 2. Sembah Kepada Hyang Surya / Siwa Aditya (Menggunakan Bunga) Artinya : Ya Tuhan, Sinar Sang Surya Yang Maha Hebat. Engkau bersinar merah, hamba memuja Engkau. mempersiapkan sarana-prasarana, dan pelaksanaan kramaning sembah di iringi mantram Tri sandhya. Umat Hindu di Pura Parahyangan Jagat Guru BSD, mereka menggunakan perlengkapan sembahyang Tri Sandhya meliputi Dupa (api), Bunga, Kwangen, Tirtha (air) dan Bija (beras), dari kelima perlengkapan tersebut memiliki makna yang berbeda. Gayatri mantra ini mempunyai getaran sangat kuat sehingga seseorang dalam pencaran rohaninya apabila tulus mengucapkan Gayatri mantra ini akan membawa. kepada pencerahan bathin.Gayatri mantram pada dasarnya bekerja secara otomatis dalam kesadaran rohani manusia. Ini di sebabkan mantram tersebut mewakili dari setiap elemen dasar. manusia dan alam. Sesuai perjalanan waktu muncul istilah Panca Sembah sebagai tata cara sembahyang, pada buku-buku yang ditulis oleh tokoh-tokoh umat Hindu dengan argumentasi mereka masing-masing. Oleh karena adanya bermacam-macam istilah pada tata cara dan urutan serta sikap sembahyang yang berkembang maka melalui Mahasabha ke VI tahun 1991, ditetapkan kembali Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng.

panca kramaning sembah lengkap